Canon EOS 450D / Rebel XSi Review
18 Apr, 2008 — Arif DiamantaAhirnya gua dapet juga kamera SLR yang sudah lama ditunggu-tunggu perilisannya oleh Canon Indonesia (PT. Data Script). Ga berasa sudah 3-4 bulan gua nunggu kamera ini tersedia di toko, Senin 7 April 2008 lalu ahirnya ada juga toko yang mengabarkan kalo kamera ini akan segera ada dalam beberapa hari. Setelah baik-baikin sales Fokus Nusantara untuk menyimpankan kamera ini untuk gua, ahirnya dapet juga. Thanks banget buat ko Donny yang sudah berbaik hati nyimpenin buat gua, padahal gua pesannya telat dan bukan cuma gua yang mau segera memiliki kamera ini. Waktu gua toko, ada 1 bapak yang juga sedang membeli. Dan gua dapat stok yang terahir kata salesnya. Tapi memang setelah balik dari toko, gua minta temen iseng telpon kesana; memang sudah habis stoknya. Gila deh, laku ya… :p Apa yg membuat kamera ini di tunggu banyak orang, bisa di lihat disini, disini dan disini.
Gua beli kamera ini berikut dengan lensa Canon EF-S 17-85 IS, karena range lensa nya gua pikir cukup untuk menjadi lensa pertama gua. Cukup wide untuk foto pemandangan, kelompok orang, panorama, dll; juga cukup nge-zoom untuk foto potrait, candid atau acara olah raga. Inti nya lensa ini cukup baik untuk segala macam keperluan. Dan memiliki Image Stabilisator untuk meredam getaran tangan kita selagi mengambil gambar. Jadi hasil fotonya akan lebih tajam. Asiknya manual focusing ring lensa ini tipe ‘full time’, yang memungkinkan kita mengambil alih kendali fokus atomatis dari lensa kapan saja. Tanpa harus memindahkan switch dari mode auto focus (AF) ke manual focus (MF).

Canon EOS 450D di tandem dengan Lensa Canon 17-85 IS
Fitur yang membuat EOS 450D ini berbeda dengan para pesaing sekelasnya dari merek lain adalah diantaranya fitur Live View. Dengan fitur ini, kita bisa menjadikan LCD 3 inch yang ada di belakang badan kamera menjadi view finder. Yup jadi mirip seperti kita memotret dengan kamera pocket atau kamera HP, jadi ga perlu ngintip lagi. Ini sangat memudahkan orang yang baru belajar atau pindah dari kamera pocket ke kamera SLR Digital.
Sebetulnya kalo sudah memakai SRL, ga disaranin buat mengambil gambar dengan cara sperti itu sih. Kelihatan amatiran banget jadinya. Tapi buat gua pribadi, fitur ini akan memudahkan gua untuk mengambil gambar pemandangan, benda-benda kecil / macro, atau memungkinkan gua mengambil gambar dengan angle yang lebih tidak biasa. Jadi fotografer tidak perlu lagi jungkir balik ngintip untuk mengabil foto yang unik sudutnya.
Oh ya, untuk galeri contoh dari hasil foto gua dengan kamera ini bisa kunjungi Flickr gua.
Note:
Review ini gua buat berdasarkan sudut pandang orang awam, jadi gua usahakan memakai bahasa semudah mungkin. Kesian yang baca, kalo banyak bahasa planet nya. Toh ini kamera kelas ‘entry level’.
Buat yang mau tanya yang lebih detail dan advance, isi di comment aja; gua sebisa mungkin jawab.
15 Mei, 2008 pukul 2:15 am
u belinya brapa…???
rencananya gw juga mao beli…
klo yang mpe 200mm kira2 paketnya brapa yach…
thanks…
15 Mei, 2008 pukul 1:04 pm
Gua beli di Focus Nusantara (www.focusnusantara.com)
gua saranin lu cek langsung soalnya harga gua udah ga update.
Mustinya sih lebih murah ya sekarang.
Coba juga ke Oktagon (www.oktagon.co.id)
Semua toko yg gua sebutin di Jakarta.
Oh ya, soal lensa kalo bisa jangan beli yg 3rd party;
soalnya ada teman gua yg beli Sigma, sekarang dia ada masalah sama fokusnya yg off-focus dia tiap ujung zoom nya.
28 Mei, 2008 pukul 10:15 pm
ok dech…
thanks bgt yach buat infonya