Gue Muak Sama Komersialisasi Natal

Di bulan Desember ini, belakangan gue mulai sering
denger, liat, ketemu sama iklan-iklan
yang berhubungan dengan event Natal di bulan Desember ini.
Jujur aja iklan-iklan itu buat gue mulai cukup ‘ganggu’
dari cara penyuguhannya yang sama sekali
tidak kreatif dan bahkan seolah menghina
tujuan Yesus turun ke dunia yg penuh orang bodoh ini.

Gue bener-bener nga tau mo bilang apa,
karena emang nga punya kata yg tepat
untuk komersialisasi Natal ini.
Liat saja beberapa contoh program promosi yang ada;

Ada sebuah departement store yang bilang
kalo dengan semakin banyak kita berbelanja disana,
berati semakin banyak kesempatan kita untuk saling berbagi.
Benar juga, karena semakin banyak kita berbelanja disana
kita akan mendapatkan voucher belanja
yang dapat kita berikan kepada orang lain
untuk berbelanja di dept. store itu.
Yeah rite… setau gue kegunaan dari voucher
adalah supaya penggunanya berbelaja dan mengeluarkan
uang lebih banyak lagi untuk penerbit voucher itu.

Ada lagi iklan seorang anak kecil yg masih belajar ngomong,
ditanya Santa Klaus apa kado yg ia inginkan.
Anak yg masih seumur jagung itu menjawab ingin berlibur
ke Singapore dan menjelaskan apa yg ada di sana.
Hehehe.. kalo anak gue sekecil itu udah bisa minta kaya gitu,
mending gue gantung aja. Soalnya dia
besar pasti makin tinggi aja mintanya.

Selain itu juga banyak oknum-oknum pendeta oportunis
mengambil momen ini sebagai tambang emas buat mereka.
Mereka mengadakan KKR natal, berisi apa
yg pesertanya ingin lihat dan dengar;
dan memastikan para peserta KKR cukup terpuja dan terhibur.
Besoknya si pendeta beli Jaguar baru dan mengatakan
‘Natal memang penuh berkat..’

Kenapa dengan orang-orang dijaman ini?
Gue bukan orang yg rajin baca Alkitab
tapi seinget gue nga pernah ada sedikitpun didalamnya
berisikan perintah, himbauan,
bahkan sekedar ajakan untuk merayakan natal.
Tapi dengan alasan bermacam-macam
semua orang Kristen merayakannya sekarang.

Yang menyedihkan, ajakan untuk menuruskan
dan menjalankan karya Yesus di Bumi ini
yaitu untuk kita semua saling mengasihi,
mengampuni, memberi yang tersebar dan tertulis
berkali-kali di Alkitab seolah terabaikan.

Ajaran Yesus yang sangat indah itu,
telah terabaikan oleh sebagian besar kita umat Kristen
yang kini lebih senang belanja natal di mall ketimbang
mempersembahkan waktu kita untuk melayani pekerjaan kudus.
Kita lebih bangga makan malam natal
dan tahun baru di restoran mahal
ketimbang menyisihkan uang kita untuk
orang-orang yang lebih membutuhkan.
Apakah semua kenikmatan dunia itu layak?

Bahkan Rasul Paulus pun meninggalkan
semua itu dan memilih hidup melayani Tuhan.
Padahal dia seorang Yahudi berwarga kenegaraan Roma,
untuk seseorang dari negara terjajah untuk bisa jadi
warga negara dari negara penjajahnya tentunya dia berasal
dari keluarga yang sangat-sangat penting.
Tapi dia rela mengalkan semua fasilitas dan keberuntungannya
dan lebih memilih melayani Tuhan dan bekerja sebagai
pembuat tenda untuk bisa tetap makan.

Jika kita mau mengingat sebagian kecil dari sejarah-sejarah itu,
berapa bodohnya kita yang masih kemakan
dengan komersialisasi natal itu.
Tuhan Yesus turun kedunia untuk mereformasi cara kita
berhubungan kepada Tuhan dan sesama kita.
Ajarannya untuk mencintai sesama kita, mengasihi musuh kita
buat dia jauh lebih penting dari pada sekedar natal.

Gue yakin dia lebih suka melihat kita menjalankan
perintahnya dan meneruskan perjuangannya;
ketimbang merayakan pesta ulang tahunnya.
Tuhan kita bukan bocah manja berumur 5 tahun.

  • Trackback are closed
  • Komentar (1)
  1. emang sekarang ini esensi natal yang terasa kebanyakan hura2nya… tapi secara g memandang dari sisi rohani… kerja Roh Kudus makin kuat, dan iblis pun makin ga mau kalah kan… Semua ini balik lagi ke pribadi masing2, bagaimana menyikapi natal yang sesungguhnya…Dan gimana lo sendiri ngeliat natal?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: