MIRROR’S EDGE review

MIRROR’S EDGE review


Mirror’s Edge (ME) adalah game platformer dengan sudud pandang orang pertama (FPS) bikinan DICE yg sebelumnya membuat seri Battlefied, termasuk Battlefield Bad Company. Game ini menggunakan engine dari Unreal 3 yang diperbaharui sistem pencahayaannya, sehingga pencahayaan di game ini menjadi lebih unik dan realistik.

Game ini bersetting di sebuah kota futuristik, dimana setiap lalu lintas informasi digital telah dimonitor oleh pemerintah. Untuk menghidari pantauan pemerintah, maka munculah para Runner yang bekerja sembagai kurir pengantar informasi demi menghindari pantauan / pengawasan pemerintah.
Disini kita memainkan karakter Faith, salah satu Runner itu.

Gameplay
Banyak orang terutama yg beli ori , rada males beli game ini karena isyu waktu bermain yang sangat singkat (katanya sekitar 7-8 jam). Tapi bodo amat, gua tetep beli game ini. Gua pilih game ini ketimbang game2 lain yang rilis dibulan ini karena Mirror’s Edge menawarkan suatu gameplay yang sangat fresh. Yeah, dulu Mario juga lompat sana sini koq.. Tapi ini beda lah, semuanya dalam dunia 3D yang lebih realistik. Ketika kita berlari, menghidari rintangan, memanjat, dan melompat buat gua sangat priceless banget buat dinikmati. Apalagi belom ada game FPS dengan gameplay seperti ini sebelumnya.
Sementara kita bisa sampe nyilu banget pas ngeliat karakter kita berlari dan lopat2 kayak gitu di puncak pencakar langit, sayangnya karakter kita kurang jago berantem nih; apalagi tembak-tembakan. Sepertinya memang para Runner lebih fokus ke gimana mereka berakrobatik diatas belantara beton ketimbang berkelahi apalagi perang senjata.
Oh ya, kembali ke isu permainan yang relatif singkat; gua pribadi ga keberatan karena dibayar dengan gameplay yang sangat inovatif dan ga bikin bosen. Ketimbang musti maen 40-80 jam lebih cuma buat nyari-nyari batu di goa.
Mungkin karena gua dah terlalu tua buat maen game berlama-lama, dan lebih sibuk dengan urusan kerjaan dan temen-temen kali yah.

Grafik
Super keren!!! meski banyak yang menanyakan koq game ini didominasi warna putih, dan sedikit merah, orange, biru dan hijau di tempat-tempat tertentu. Bidang artistik dari game ini sangat genius menggunakan palet warna ini demi menolong kita supaya tidak tersesat dan tetap fokus dengan tujuan arah kita. Pencahayaan yang over expose / terlalu terang, juga memberikan kesan futuristik. Memberikan kesan kota yang tertata rapi tetapi kaku akibay birokrasi dari pemerintahnya. Selain itu juga membuat game ini tampil baru dan beda dengan game-game lainnya, dan ahirnya menjadi ciri khas dari game ini.
Buat yang suka ngulik software 3D modeling, pasti minimal pernah dengar dengan istilah global illumination, sky light, photo realistik light, atau apa pun namanya itu. Tetapi intinya adalah pencahayaan yang dikalkulasi khusus agar bisa meniru pencahayaan senatural mungkin.
Game ini sepertinya menggunakan teknik seperti itu, dan gua sangat kagum dengan keindahan, keakuratan dan kecepatan render dari engine Unreal 3 yang dimodifikasi khusus ini.

Sound
Ga banyak sound efek dari game ini selain dari suara nafas dari karakter kita, teriakan dari pengejar, suara-suara dari senjata dan ambien dari suasana kota. Ga ada yang fancy gimana, tapi semua terdengar natural dan sebagai mana mestinya.
Soundtrack yg mungkin beraliran electronic new age nya juga pas banget menggambarkan suasa dan ketegangan dari setiap aksi di game Mirror’s Edge.

Kontrol
Gua agak komplain dengan skema tombol yang ga biasa dari game ini.
Untuk aksi lompat: L1, aksi jongkok/sliding: L2, Balik badan: R1, Nembak/gebuk/tendang: R2. Sedang tombol segitiga: ngerebut senjata musuh, kotak: slow motion, bulet: bantuan arah, dan silang: aksi seperti pencet tombol lift, dan aksi yang tergantung konteks dari situasi game.
Sayangnya kita ga bisa mengatur sendiri tombol-tombol itu, dan hanya bisa memilih kalo tidak salah 4 alternatif layout tombol. Dan dari semua alternatif tidak ada alternatif untuk tombol lompat dan sliding di tombol muka (face button) dari stik kita. Semua di tombol shoulder, jadi buat gua yg dulunya lompat2 ala layout Mario Bros; bisa rada bingung yah.


Kesimpulan
Beli, pinjem, sewa, dll terserah..
Ini game wajib banget buat dimaenin.
Buat yg kena motion sickness, hehehee.. kesian de lu :p

    • Fardin
    • Maret 12th, 2014

    Review yang bagus Gw lagi bingung maenin game ini atau enggak! Sepertinya wajib main, meskipun banyak yang bilang bikin pusing karena konsepnya :3

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: